Skip to main content

Narkoba di wilayah Kampus

          Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkoba juga merupakan psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat sedang dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun obat-obatan tersebut terkadang disalahgunakan oleh para pemakainya secara berlebihan sehingga membuat seseorang yang memakainya akan ketagihan/ketergantungan.

            Narkotika dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu:

 1.      Narkotika golongan 1 : narkotika yang paling berbahaya, berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan, tidak digunakan dalam terapi. Contohnya : Heroin, Kokain, Ganja, Putaw
 2.      Narkotika golongan 2 : narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan dalam terapi. Contoh : Morfin dan Petidin.
 3.      Narkotika golongan 3 : narkotika narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan, banyak digunakan dalam terapi. Contoh : Kodein.

Penyebaran narkoba di wilayah universitas sedang marak-maraknya terjadi saat ini. Banyak mahasiswa yang bukan hanya menjadi pemakai narkoba tetapi juga menjadi bandar narkoba. Sebagai contoh di UNHAS (Universitas Hassanuddin) pihak BNN menemukan salah seorang mahasiswa yang tertangkap sebagai bandar narkoba dan bukan hanya mahasiswanya saja bahkan rektor UNHAS pun ikut tertangkap basah sedang berpesta sabu di hotel. Begitu parahnya kah penyebaran narkoba yang terjadi di antara mahasiswa dan dilingkungan Universitas di Indonesia?.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba adalah ketika seseorang itu sedang memiliki masalah yang sangat rumit sehingga mereka mencari jalan pintas untuk memakai narkoba supaya bisa menghilangkan stress, namun itu hanya sesaat saja. Tetapi ada faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang menggunakan obat terlarang itu yaitu karena faktor lingkungan yang negatif sehingga kita bisa terpengaruh untuk memakai obat terlarang (narkoba).

Upaya pencegahan pemberantasan narkoba di wilayah Universitas pun terus di galakkan oleh BNN. Pihak Kampus seharusnya juga ikut bekerja sama dengan BNN dalam pemberantasan narkoba di wilayah kampus. Hal pertama yang dilakukan pihak kampus untuk mencegah terjadinya pemakaian narkoba adalah dengan melakukan tes urine setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui apakah seseorang itu teridentifikasi narkoba atau tidak. Yang kedua bila ada yang teridentifikasi narkoba langsung di keluarkan dari kampus (D.O) dan menyerahkannya kepihak yang berwenang untuk direhabilitasi. Dalam hal ini pihak kampus jangan hanya melakukan peraturan untuk mahasiswa saja tetapi juga untuk semua dosen, rektor, dll yang berada di wilayah kampus tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Profile Perusahaan BHINNEKA.COM

Tugas Softskill 1 PT Bhinneka Mentari Dimensi (Bhinneka.com) Bhinneka.com lahir dari situasi genting di saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 yang kemudian berkembang menjadi krisis sosial politik.  PT Bhinneka Mentari Dimensi lahir tahun 1993 dan memilih bidang teknologi informasi sebagai inti bisnisnya. Fokus pertama dimulai dari distribusi produk IT seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, rancang bangun perangkat lunak jasa jaringan (Lan/Wan), solusi video editing hingga pusat servis. Saat krisis, nyaris lumpuh juga bisnis PT Bhinneka Mentari Dimensi, berbagai ektensifikasi bisnis yang dipikir mampu mendongkrak bisnis dilakukan untuk survive, di saat itulah Nicholas Tio & Hendrik Tio melihat peluang yang barangkali dapat dilakukan, yaitu perkembangan internet yang luar biasa di USA. Maka situs Bhinneka.com yang masih berupa profil perusahaan, disetujui untuk dijadikan model online store. Maka pada 1 Juni 1999, dengan 24 pers...

PARALEL COMPUTING CUDA

Pengertian Parallel Computing Parallel Computing merupakan suatu metode komputasi yang prosesnya membutuhkan beberapa komputer secara bersamaan untuk mendapatkan suatu informasi, biasanya hal tersebut terjadi dalam bidang misalnya keuangan, teknik informasi, atau hal-hal yang membutuhkan kapasitas besar baik dalam proses maupun komputasi yang banyak. Untuk melakukan komputasi jenis parallel ini diperlukannya suatu infrastruktur yang terdiri dari beberapa komputer yang terhubung satu sama lainnya melalui jaringan secara parallel demi mendapatkan suatu informasi atau menyelesaikan suatu pekerjaan, hal ini bisa disebut sebagai sistem terdistribusi. Maka dari itu diperlukan suatu software guna mendukung dalam kegiatan parallel computing ini, perlu adanya middleware yang dimaksudkan sebagai pengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu paralel. Namun, untuk merealisasikan parallel computing ini harus dibuatkannya pemrograman paralel terlebih dahulu, karena hal tersebut t...

TEKNOLOGI GAMES

Nama             : Gabriel Baruch Krisnanta NPM              : 54414411 Kelas             : 3IA21 Mata Kuliah   : Pengantar Teknologi Games Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski PENDAHULUAN KONSEP PEMBUATAN GAME                          1.       Script dan Skenario Perkembangan teknologi komputer sangat mempengaruhi perkembangan yang ada dalam dunia game. Pembentukan karakter pada game semakin mendekati dengan keadaan sebenarnya pada dunia nyata. Ketika proses pembuatan game membutuhkan susunan yang lebih kompleks, timbullah kebutuhan untuk memisahkan konten (desain perilaku) dari mesin. Kehandalan seorang desainer game benar-benar dibutuhkan untuk merancang perilaku yang luas dari...