Skip to main content

Review Teknologi Game

Nama             : Gabriel Baruch Krisnanta
NPM              : 54414411
Kelas             : 3IA21
Mata Kuliah   : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski

Teknologi Game Terbaru

Bermain game seringkali jadi pilihan saat kondisi pikiran jenuh atau pun saat ada waktu senggang, baik di tablet maupun smartphone. Cuma, saat bermain menggunakan layar sentuh, dengan pengontrol jari kita dirasa kurang maksimal. Apalagi untuk game yang membutuhkan tempo agak cepat dan keakuratan. Tak jarang konsentrasi kita pecah/terbagi, akibat melihat alur permainan dan juga jari kita, saat memainkannya.

Nah, tampaknya dibutuhkan bantuan joystick, agar akses menjalankan game makin asyik. Adalah DRONE, sebuah pengendali (kontroler) pintar berbasis Bluetooth untuk memudahkan gamer mengontrol permainan. Alat bikinan Matthew Hefferon, Ren Livingston dan Adam Weisgerber, yang tergabung dalam Evolution Controllers ini pas dipakai untuk smartphone atau pun tablet.

Joystick DRONE ini sifatnya open source. Bentuknya cukup mini dan ringkas, hingga bisa dibawa kemanapun dengan nyaman danp raktis. Berkat DRONE, anda bisa memainkan semua game ‘emulator’ dengan nyaman. Bahkan, Anda bisa mengubah karakteristik kode yang terdapat di joystick sesuai yang diinginkan, karena sifat open source-nya tadi.

Perkembangan Teknologi Game di Indonesia saat ini


     Menurut saya, akhir-akhir ini perkembangan teknologi game di Indonesia sudah mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa game yang dibuat oleh developer game di Indonesia bahkan sudah dapat bersaing di dunia International. Namun perkembangan teknologi game di Indonesia masih didominasi oleh teknologi game dari Negara luar. Sehingga ini menjadi motivasi bagi para programmer game untuk lebih banyak menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh gamer di Indonesia maupun di dunia International dengan menampilkan budaya Indonesia didalam sebuah game tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Profile Perusahaan BHINNEKA.COM

Tugas Softskill 1 PT Bhinneka Mentari Dimensi (Bhinneka.com) Bhinneka.com lahir dari situasi genting di saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 yang kemudian berkembang menjadi krisis sosial politik.  PT Bhinneka Mentari Dimensi lahir tahun 1993 dan memilih bidang teknologi informasi sebagai inti bisnisnya. Fokus pertama dimulai dari distribusi produk IT seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, rancang bangun perangkat lunak jasa jaringan (Lan/Wan), solusi video editing hingga pusat servis. Saat krisis, nyaris lumpuh juga bisnis PT Bhinneka Mentari Dimensi, berbagai ektensifikasi bisnis yang dipikir mampu mendongkrak bisnis dilakukan untuk survive, di saat itulah Nicholas Tio & Hendrik Tio melihat peluang yang barangkali dapat dilakukan, yaitu perkembangan internet yang luar biasa di USA. Maka situs Bhinneka.com yang masih berupa profil perusahaan, disetujui untuk dijadikan model online store. Maka pada 1 Juni 1999, dengan 24 pers...

CLOUD COMPUTING dan GRID COMPUTING

A.    Cloud Computing Pengertian Cloud Computing Cloud Computing atau komputasi awan merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan pengembangan berbasis internet. Sebutan cloud sendiri merupakan sebuah istilah yang diberikan pada teknologi jaringan internet. Pada teknlogi komputasi berbasis awan semua data berada dan disimpan di server internet, begitu juga dengan aplikasi ataupun software yang pada umumnya dibutuhkan pengguna semuanya berada di komputer server. Sehingga kita tidak perlu melakukan instalasi pada server. Tetapi pengguna harus terhubung ke internet untuk bisa mengakses dan menjalankan aplikasi yang berada di server tersebut. Dengan kata lain pengguna bisa saja hanya menyediakan sebuah komputer dan perangkat jaringan internet untuk bisa terhubung ke server internet dan menyimpan data di komputer server tanpa harus menyediakan hard-disk yang berkapasitas besar pada komputernya sendiri untuk menyimpan datanya. Jenis-Jenis Cloud Compu...

PARALEL COMPUTING CUDA

Pengertian Parallel Computing Parallel Computing merupakan suatu metode komputasi yang prosesnya membutuhkan beberapa komputer secara bersamaan untuk mendapatkan suatu informasi, biasanya hal tersebut terjadi dalam bidang misalnya keuangan, teknik informasi, atau hal-hal yang membutuhkan kapasitas besar baik dalam proses maupun komputasi yang banyak. Untuk melakukan komputasi jenis parallel ini diperlukannya suatu infrastruktur yang terdiri dari beberapa komputer yang terhubung satu sama lainnya melalui jaringan secara parallel demi mendapatkan suatu informasi atau menyelesaikan suatu pekerjaan, hal ini bisa disebut sebagai sistem terdistribusi. Maka dari itu diperlukan suatu software guna mendukung dalam kegiatan parallel computing ini, perlu adanya middleware yang dimaksudkan sebagai pengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu paralel. Namun, untuk merealisasikan parallel computing ini harus dibuatkannya pemrograman paralel terlebih dahulu, karena hal tersebut t...